Monday, June 15, 2015

ISTILAH-ISTILAH DALAM DRAMA

 Istilah-Istilah dalam drama antara lain :

Babak
Babak, merupakan bagian dari lakon drama. Dalam satu lakon drama mungkin saja terdiri dari satu, dua atau tiga babak bahkan mungkin lebih. Batas antara babak satu dengan babak selanjutnya ditandai dengan turunnya layer atau matinya penerangan lampu pementasan. Bila lampu dinyalakan kembali atau layer diangkat kembali biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda.

Adegan
Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya bagian dari rabgkaian suasana dalam babak.

Prolog
Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog biasanya berisi tentang perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya, konflik yang terjadi dan juga synopsis lakon.

Epilog
Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya kadang berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang telah disajikan.

Dialog
Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog memegang peranan penting karena menjadi pengarah lakon drama. Agar dialog tidak membosankan maka pengucapannya harus disertai penjiwaan secara emosional, selain itu pelafalannnya harus jelas dan cukup keras.

Monolog
Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri.

Mimik
Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Pantomim
Pantomim adalah ekspresi gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Pantomimik
Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Gestur
Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain.

Bloking
Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan.

Gait
Gait berbeda dengan bloking karena diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain.

Akting
Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkan.

Aktor
Aktor adalah orang yang melakukan acting yaitu pemain drama. Untuk actor wanita disebut sebagai aktris.

Improvisasi
Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan peran.

Ilustrasi
Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan. Istilah ilustrasi juga bias disebut musik pengiring.

Kontemporer
Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan.


Kostum
Kostum adalah pakaian para pemain yang dikenakan pada saat memerankan tokoh cerita di panggung.

Sekenario
Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain.

Panggung
Panggung adalah tempat para actor memainkan drama.

Layar
Layar adalah kain penutup panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup sesuai dengan kebutuhan.


Penonton
Penonton adalah semua orang yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan drama.

Sutradara
Sutradara adalah orang yang memimpin dan paling bertanggung jawab dalam pementasan drama.

PERBANDINGAN (PERBEDAAN) DRAMA DAN TEATER

TEATER

Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium.
Dalam arti luas: Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak.
Misalnya: wayang orang, ketoprak, ludruk, arja, reog, lenong, topeng, dagelan, sulapan akrobatik, bahkan pertunjukan band dan lain sebagainya.

Terater sebagai tontonan mempunyai dua bentuk, yaitu Teater modern dan teater tradisional.

Teater tradisional.
Teater tradisional tidak menggunakan naskah. Sutradara hanya menugasi pemain untuk memainkan tokoh tertentu. Para pemain di tuntut mempunyai spontanitas dalam berimprovisasi yang tinggi. Contoh teater tradisional antara lain: ludruk (Jawa timur), ketoprak (Jawa tengah), dan lenong (Jawa barat).

Teater modern
Teater Modern menggunakan naskah yang dipegang teguh, dipatuhi dan dilaksanakan seluruhnya. Penataan panggung, musik pengiring, penataan lampu, percakapan dan gerak pemain harus mengikuti naskah.Sedangkan drama, kata ini diambil dari bahasa yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bereaksi, bertindak.

DRAMA

Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai" yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya.

Drama dapat juga berarti cerita konflik manusia dalam bentuk dialog, yang diproyeksikan pada pentas dengan Menggunakan percakapan dan erak di hadapan penonton.

PENGERTIAN MAJAS, JENIS MAJAS, DAN CONTOHNYA LENGKAP

Pengertian majas

Majas adalah bahasa indah yang digunakan dalam mempercantik susunan kalimat agar memperoleh kesan imajinatif atau menciptakan efek tertentu bagi pembaca dan pendengarnya.






Jenis  Majas :

1. Majas Perbandingan
    Majas perbandingan terdiri dari:

  • Perumpamaan atau Asosiasi  adalah perbandingan dua hal yang berbeda, namun dianggap sama yang menggunakan kata seperti, umpama, ibarat, sebagainya, bagai. 
Contohnya : Mukanya pucat bagai mayat, wajahnya terlihat bagai bulan purnama, kamu sangat cantik bagai awan dilangit, pendiriannya selalu berubah-ubah bagai air didaun alas. 
  • Metafora adalah majas berisi ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Metafora merupakan pemakaian kata buka dengan arti sebenarnya yang digunakan dalam persamaan dan perbandingan. 
Contohnya :Perpustakaan adalah gudang nya ilmu, Raja siang keluar dari ufuk timur, jantung hatinya hilang tiada berita. 
  • Personifikasi adalah membandingkan benda-benda yang tak bernyawa seakan-akan bernyawa atau hidup dengan sifat seperti manusia. 
Contohnya : hujan itu menari-nari diatas genting, bulan tersenyum kepada bintang, badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk, angin membelai rambutnya yang tergerai. 
  • Alegori  adalah penggunaan bahasa yang menyatakan dengan cara lain dengan kiasan dan penggambaran. 
Contohnya : iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman, suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi, Contoh alegori berbentuk cerita : Pernikahan bagai bahtera yang harus dijalani dengan hati-hati. Suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi yang melayarkan bahterai mengarungi lautan penuh badai dan gelombang. 
  • Simbolik adalah majas yang menggunakan kiasan atau melukiskan dengan menggunakan simbolik atau lambang dalam menyatakan maksudnya. 
Contohnya : Dia terkenal sebagai buaya darat, Rumah itu hangus dilalap oleh sijago merah, Teratai adalah lambang pengabdian, Bunglon adalah lambang orang tak berpendirian, Melati adalah lambang kesucian.

2. Majas Pertentangan
 
Jenis majas pertentangan

  • Hiperbola  adalah majas yang memberikan kesan yang berlebihan dari kenyataannya agar lebih berkesan atau meminta perhatian.
Contohnya : ia terkejut setengah mati begitu melihat mayat perempuan tersebut, tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang, keringatnya menganak sungai, kita berjuang sampai titik darah penghabisan, suaranya menggelegar ke angkasa. 
  • Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dengan fakta yang telah ada.
 Contohnya : Hatiku merintih ditengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung, dia besar tapi nyalinya kecil, aku merasa sendirian ditengah kota jakarta yang ramai ini, hidupnya sangat mewah tetapi mereka tidak bahagia mungkin karna ia tidak mempunyai anak, Tinggal di kota yang besar dan megah tetapi hidupnya kesepian.
  • Antitesis adalah majas yang menggunakan pasangan kata yang artinya berlawanan. 
Contohnya : Tua muda, besar kecil ikut meramaikan pesta kembang api, Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata tuhan, hidup matinya manusia ada di tangan tuhan. 
  • Litotes adalah majas yang menyatakan dengan berlawanan dari kenyataannya yang bertujuan untuk merendahkan diri.
Contohnya : Terimalah kado tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku, perjuangan kami hanya setitik air dalam samudra luas, Karangan ini belum sempurna sertakan kritik dan sarannya, Sebenarnya ini sangat dulit tapi dapat diselesaikan.

3. Majas Pertautan

Majas Pertautan terdiri dari


  • Sinekdode adalah penggunaan kata yang sama dengan faktanya yang bertujuan memperjelas. 
Contohnya : lewat gardu belanda dengan berani, thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSI harimau, indonesia akan memilih idolanya pada malam nanti, setiap kepala dikenakan pajak. 
  • Metonimia  adalah pengungkapan berupa penggunaan nama benda yang lain seperti merek, atribut, atau ciri khas. 
Contohnya : Sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru(rokok djarum) , Setiap pagi ayah selalu menghirup kapal api (kopi kapal api), Orang tersebut sangat berclass dalam menghirupnya (rokok class mild), Dia selalu menaiki kuda hitam (Mobil Ferrari), atlet andalan kita mendapat perak, si kaos merah berusaha untuk mencetak gol.
  • Alusio adalah majas yang menggunakan kata-kata berkaitan dengan peristiwa umum yang terjadi atau penggunaan kata yang umum dalam menunjukkan maksud.
Contohnya : sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya, kamu jangan kura-kura dalam perahu, ceritakan semua hal tersebut dengan jujur. 
  • Eufimisme  adalah majas yang menggunakan kata-kata sopan dan halus. 
Contohnya : Dimana saja bisa menemukan kamar kecilnya, anak ibu lamban menerima pelajaran, anak ibu tidak bodoh tapi hanya malas belajar. 

4. Majas Perulangan/Penegasan

Majas perulangan terdiri dari

  • Aliterasi adalah kata-kata yang memanfaatkan kata yang permulaannya sama dengan bunyinya. 
Contohnya : Dara damba daku, datang dari danau.
  • Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata dengan berlebihan untuk menegaskan arti suatu kata.
 Contohnya : Saya naik ke tangga ke atas, ayo kita berjalan ke depan untuk melihat sendiri, aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, Dara yang merah itu membasahi bajunya, Dia menangis dengan meluarkan air dimatanya. 
  • Anataklasis adalah majas yang mengandung pengulangan kata yang sama, dengan makna yang berbeda.
 Contohnya : Ayah selalu membawa buah ditangan untuk buah hatinya, Karena buah penanya sudah jadi buah bibir masyarakat. 
  • Repetisi  adalah majas perulangan kata atau kelompok kata yang  sama dalam menarik perhatian atau menegaskan. 
Contohnya : tidak setiap penderitaan menjadi luka dan tidak setiap sepi jadi duri, dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharapkan. 
  • Paralelisme adalah majas perulangan yang pada umumnya terdapat dalam puisi yang disusun atas baris yang berbeda. 
Contohnya : 

Sunyi itu duka
Sunyi itu kudus
Sunyi itu lupa
Sunyi itu lapus
Cinta itu adalah pengertian
Cinta itu adalah kesetiaan
Cinta itu adalah rela berkorban  

Sunday, June 7, 2015

KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

Hasil gambar untuk kerajaan islam di indonesiaKerajaan-kerajaan Islam di Indonesia adalah sebagai berikut:


Kerajaan Islam di Sumatra

1. Samudera Pasai

 Kerajaan samudra pasai merupakan kerajaan tertua di Sumatra sekaligus di Indonesia. Kerajaan yang berdiri pada tahun 1273-an ini terletak tidak jauh dari pusat kota Aceh atau NAD. Kerajaan Samudera pasai memiliki Sultan Malik As-Shaleh sebagai sultan pertama sekaligus pendiri kerajaan tersebut.

2. Kesultanan Aceh Darussalam

Setelah kerajaan samudra pasai lengser dari tahtanya, munculah kesultanan aceh darussalam yang berhasil menggabungkan kekuatan kerajaan daya kedalamnya. Salah satu tindakan kesultanan ini adalah dengan menyerang pasukan portugis pada masa penjajahan di bawah komando Sultan Ali Mughayat.

Kerajaan Islam di Jawa

1. Kerajaan Demak

Seperti yang kita ketahui, kejayaan kerajaan islam bersumber dari mundurnya kerajaan-kerajaan hindu-budha di nusantara. Begitu pula dengan kerajaan demak, kerajaan ini disinyalir sebagai transformasi dari kerajaan maja pahit yang runtuh beberapa waktu setelah kerajaan demak ini dibangun, atau tepatnya pada abad 15-an. Raden Patah merupakan raja pertama sekaligus pendiri kerajaan ini.

2. Kerajaan Mataram

Asal usul berdirinya kerajaan mataram adalah akibat dari habisnya masa kejayaan kerajaan demak yang semakin lama semakin memudar, pada awalnya kerajaan mataram bernama kerajaan pajang, akan tetapi Sutawijaya memindahkan pusaka kerajaan pajang ke mataram. Kerajaan ini juga berperang penting dalam memajukan sektor agraris di pulau jawa, khususnya dalam bidang pertanian.

3. Kesultanan Banten

 Kesultanan banten terbentuk pada tahun 1520-an atau sekitar abad 15-an. Pada dasarnya, kesultanan banten merupakan hasil pelebaran wilayah yang dilakukan oleh kerajaan demak, pada saat itu Maulana Hasanudin yang merupakan putra kerajaan demak menundukkan beberapa kawasan di pulau jawa, kawasan itupun diberi nama dengan suroswan hingga akhirnya menjadi pusat pemerintahan yang bernama kesultanan banten.

Kerajaan Islam di Kalimantan

1. Kerajaan Pontianak

Tanjungpura dan Lawe merupakan dua kerajaan yang cukup terkenal di provinsi kalimantan yang biasa disebut juga dengan kerajaan Pontianak. Kerajaan ini memiliki peranan yang cukup baik dalam menghasilkan beberapa komoditi dalam sektor sumber daya alam seperti tambang, pertanian, dan perkebunan. Kerajaan ini berada di bawah kekuasan kerajaan Mataram di pulau jawa.

Kerajaan Islam di Sulawesi

1. Kerajaan Gowa Tallo

Kerajaan ini baru resmi memegang teguh agama Islam sebagai pondasi mereka pada awal abad 16 atau tepatnya pada tahun 1600-an. Selanjutnya kerajaan Gowa Tallo ini terus melebarkan sayapnya dengan menyebarkan kekuasaan politiknya agar kerajaan-kerajaan disekitarnya juga masuk islam.

Kerajaan Islam di Maluku

Seperti yang kita ketahui Maluku merupakan salah satu pulau penghasil rempah-rempah terbanyak di Indonesia, dengan begitu tak heran mengapa para penjajah sangat ingin menjajah dan merebut provinsi maluku ini.

Karena posisinya yang strategis, Maluku merupakan salah satu pusat perdagangan yang terpenting di daerah timur Indonesia, karena provinsi ini merupakan salah satu jalur perdagangan yang ada pada masa itu.

Kerajaan-kerajaan islam yang terdapat di Maluku antara lain adalah Ternate dan Tidore yang terletak di bagian utara pulau Maluku. Dalam perkembangannya, dua kerajaan mayoritas ini banyak sekali membuat karya-karya seni dan kebudayaan bercorakan Islam.

Kerajaan Islam di Papua

Beberapa teori mengatakan bahwasanya Islam terlah terlebih dahulu didakwahkan di Pulau Papua pada sekitar abad ke-13 oleh seorang cendekiawan Islam bernama mubaligh yang berasal dari Naggroe Aceh Darussalam. Bahkan beberapa sumber mengatakan bahwa pada masa itu sudah terdapat beberapa kerajaan Islam yang berdiri di Papua, diantaranya adalah Kerajaan Waigeo dan Kerajaan Misool.

Kerajaan Islam di Nusa Tenggara

Pada awalnya, kehadiran Islam di provinsi Nusa Tenggara dimulai dari daerah Lombok yang diperkirakan pada tahun 1600-an yang diperkenalkan oleh putra sunan Giri, yakni Sunan Perapen. Sedangkan Islam mulai masuk daerah Sumbawa dibawa oleh para cendekiawan yang berasal dari sulawesi selatan pada pertengahan abad 15.

1. Kerajaan Lombok dan Sumbawa

 Pada awalnya Prabu Rengkasari merupakan pimpinan atau raja dari kerajaan yang terdapat di Lombok pada masa itu, akan tetapi akhirnya mereka ditundukan dan harus berada dibawah komando kekuasaan Kerajaan Gowa Talo pada awal abad 16.

Akibat tekanan-tekanan yang disebabkan oleh VOC Belanda, akhirnya pusat kerajaan lombok dimigrasikan ke daerah Sumbawa pada tahun 1670-an yang bertujuan agar perluasan pendakwahan Islam semakin pesat, selain itu Sumbawa juga dinilai memiliki posisi strategis untuk dijadikan sebagai pusat kerajaan Islam di provinsi Nusa Tenggara.

TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Hasil gambar untuk teori masuknya agama islam

]3 teori mengenai proses masuknya agama Islam ke Indonesia, yaitu:


  • Teori Gujarat

Menurut teori ini, yang didukung oleh Snouck Hurgronje, W.F Suttherheim, dan B.H.M. Vlekke, Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13, dibawa oleh para pedagang Islam dari Gujarat, India. Ada dua bukti untuk mendukung teori: pertama, batu nisan Sultan Malik Al-Saleh, sultan Samudra Pasai (meninggal tahun 1297) yang bercorak Gujarat (India); kedua, tulisan Marcopolo pedagang dari Venesia, yang menyatakan pernah singgah di Perlak (Peureula) pada tahun 1929 dan mendapati banyak penduduknya beragama Islam serta peran pedagang India dalam penyebaran agama tersebut.


  • Teori Mekkah

Menurut teori ini, yang didukung oleh Buya Hamka dan J.C. van Leur, pengaruh Islam telah masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 dibawa langsung oleh para pedagang Arab. Buktinya adala adanya pemukiman Islam tahun 674 di Barus, pantai sebelah barat Sumatra. Menyanggah teori Gujarat, teori ini meyakini Islam yang berkembang di Samudra Pasai menganut mazhab Syafi'i, mazhab besar di Mesir dan Mekkah pada masa itu, sedangkan daerah Gujarat menganut mazhab Hanafi; Selain itu, sultan-sultan Pasai menggunakan gelar Al-Malik, gelar yang lazim dipakai di Mesir saat itu.

Bukti lain terkait munculnya Islam sebelum abad ke-13 adalah makam seorang wanita di Gresik Jawa Timur yang tertulis atas nama Fatimah binti Maimun (berangka tahun 1082) serta temuan sejumlah makam Islam di Tralaya (wilayah Majapahit), Trowulan, Jawa Timur yang menggunakan tahun sakka, bukan tahun Hijriyah dengan angka Jawa Kuno. Diperkirakan pada masa jayanya banyak warga Majapahit beragama Islam. Meski demikian, tidak ada petunjuk siapa yang menyebarkan agama Islam di Majapahit atau di Gresik itu.


  • Teori Persia 

Menurut teori ini, yang didukung ole Hoesein Djajadiningrat, Islam di Indonesia dibawa masuk oleh orang-orang Persia sekitar abad ke-13. Bukti untuk mendukung teori ini adalah adanya upacara Tabot (yaitu upacara memperingati meninggalnya imam Husain bin Ali cucu Nabi Muhammad) di Bengkulu dan Sumatra Barat (Tabuik) setiap tanggal 10 Muharam atau 1 Asyura; upacara ini juga merupakan ritual tahunan dipersia; selain itu, ada kesamaan antara ajaran sufi yang dianut Syekh Siti Jenar dan Sufi Iran beraliran Al-Hallaj.

Teori manakah yang benar? Dari tafsiran terhadap ketiga pandangan itu, umumnya orang menerima bahwa Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-7, namun baru berkembang pesat pada abad ke-13 sejalan dengan semakin mundurnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia serta semakin ramainya pedagang-pedagang Arab, Persia, dan Gujarat ke Indonesia.